26 Agustus 2008

Imanmu Tidak Sia-sia

Saudaraku....

Di internet ini, aku telah membuka-buka banyak situs tentang Tuhan kita Yesus, lalu aku menemukan begitu banyak tulisan berisi caci-maki dan penghinaan kepada Yesus dan orang Kristen. Tak perlu disebut, semua kita tahu dari golongan mana orang-orang itu berasal. Mereka adalah orang yang merasa saleh sementara mereka penuh dengan kemarahan, kegeraman dan penghujatan. Mereka orang-orang yang tidak mendapatkan damai dari apa yang dikiranya agama yang benar. Terlalu kasar caci-maki mereka terhadap Kristus, Allah Semesta Alam, sehingga sukar sekali menuliskan contohnya disini. Biarlah Tuhan saja yang memutuskan rancanganNya atas mereka, dan kita cukup mengampuni saja, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Saudara...

Apa yang sedang dikerjakan para penghujat itu?
Mereka mencoba menyerang imanmu terhadap Yesus. Dengan begitu gencar mereka mempertontonkan sisi kemanusiaan Yesus, terkadang dengan ungkapan yang sangat kasar, kemudian menutupnya dengan berkata: Seperti itukah Tuhan?

Tetapi mereka tidak mengenal Yesus sedikitpun. Itulah sebabnya mereka berbicara seperti itu.
Memang betul Yesus adalah manusia seutuhnya. Betul Ia menjalani seluruh kegiatan manusiawi selama di bumi. Dan andaikata ada diantara kita yang dahulu sempat bergaul dengan Yesus saat Ia masih mengajar di Palestina, kita pasti melihat bahwa Ia juga melakukan aktifitas-aktifitas ragawi seperti kita. Ia hidup sebagai manusia yang utuh. Perbedaannya, Ia tidak pernah melakukan dosa apapun. Namun ketahuilah olehmu, justru kemanusiaan Yesus inilah yang menjadi bukti dari kebenaran firman Allah di Perjanjian Lama. "Seorang bayi telah lahir bagi kita.... dan Ia akan dinamai Allah Yang Perkasa, Bapa Yang kekal, Penasehat Ajaib, Raja Damai." Tidakkah nubuat itu telah sepenuhnya tergenapi atas Yesus sekarang ini? Maka bersyukurlah kita sebab Yesus benar-benar manusia, sehingga genaplah firman itu.

Dasar dari iman kita adalah bahwa Allah telah menjadi manusia. Firman itu adalah Allah, dan Ia telah menjadi manusia. Jadi jika saja Yesus tidak hadir sebagai manusia, tidak akan ada keselamatan bagi kita. Sebab tujuan Firman itu lahir sebagai manusia (Yesus) adalah untuk mengajar manusia tentang kehendak Allah, serta menebus umat berdosa ini lewat darah dan kematian Kristus di kayu salib. Tanpa kematian Yesus, tak seorangpun di antara kita yang kotor ini beroleh keselamatan. Lantas bagaimana agar kematian itu dapat terjadi? Sudah pasti Allah harus memakai badan manusia terlebih dahulu. Lihatlah, setelah semua missi itu selesai, Yesus bangkit kembali dari kematian, dan terangkat kembali ke sorga, untuk memerintah sorga dan bumi serta alam semesta ini dari tahta Alllah.

Mengapa Yesus harus lahir sebagai manusia?
1. Karena Yesus ditugaskan Bapa untuk menebus dosa manusia melalui kematian dan pengorbanan darah kudus
2. Sebelum masanya tiba darah kudus itu ditumpahkan, Yesus mengajar segala kehendak Bapa kepada manusia. Agar dengan tubuh manusia, para pendengar dapat berinteraksi langsung dengan Yesus

Tentang pengorbanan darah kudus Yesus untuk menebus dosa manusia, tampaklah kepada kita bahwa memang hal itu merupakan pemenuhan atas keputusan Allah tentang cara-cara penebusan dosa. Allah Yang Maha Kudus sangat jijik dengan dosa. Pada jaman kuno, orang menyembelih domba jantan yang tak bercacat maupun bercela sebagai korban, manakala ia hendak beroleh pengampunan Allah. Cara itu adalah petunjuk Allah sendiri. Allah memandang bahwa dosa hanya dapat dibayar dengan tumbal nyawa dan darah yang suci, sehingga Allah tidak lagi menuntut nyawa dan darah si pendosa itu. Dengan kata lain, setelah si pendosa itu memberi tumbal ganti nyawa dan darahnya, maka ia mendapat pengampunan Allah. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak main-main dalam kebencianNya atas dosa.

Allah sejak jaman Adam telah merencanakan penebusan dosa manusia oleh diriNya sendiri, melalui darah yang kudus, darah manusia. Skenario telah disusun sejak awal. Bagaimana caranya agar Allah tetap disebut Juruselamat manusia, bagaimana caranya agar darah penebusan dosa itu adalah darah manusia, dan bagaimana caranya agar darah itu adalah darah manusia yang kudus, semua telah direncanakan Allah. Dan rencana itu akhirnya diwujudkan pada pada masanya, yaitu dalam diri Yesus. Yesus adalah Allah sendiri, yang menjadi manusia, tetapi lahir tanpa percampuran laki-laki dan perempuan, agar dengan demikian darah Yesus menjadi darah yang kudus.

Lalu mungkin orang bodoh bertanya, lha jika Allah telah menjadi Yesus, lalu kepada siapa Yesus berdoa dan memanggil Bapa? Artinya tahta surga telah kosong dong?
Saudara...
Janganlah mengukur kedirian Allah dengan standar manusia. Allah kita adalah Allah yang dasyat. Jikalau Ia pergi melawat suatu kota, bukan berarti tahta Allah menjadi kosong. Allah dapat melawat ke Jakarta dan pada detik yang sama sedang melawat London dan pada detik yang sama pula sedang duduk di atas tahta surga. Lalu banyakkah Allah kita? Tidak! Yang benar, Allah kita Allah yang ajaib, yang tidak dapat dipikirkan manusia.

Jadi Saudaraku...
Sekarang teguhkanlah hatimu. Banyak orang-orang bodoh yang terus mencaci-maki Kristus dan iman kita. Namun tidak perlu mendengarkan mereka, sebab mereka tidak dapat menyelamatkan diri mereka sendiri. Sebenarnya mereka orang-orang yang sedang sedih dan malu, sebab nabi yang mereka dengarkan sampai sekarang masih berada dalam kuburan dan belum bangkit-bangkit juga, sementara Yesus sampai sekarang masih hidup dan terus menerus menyembuhkan orang sakit serta berbuat mukzizat dimana-mana di seluruh dunia. Mengapa kau terpengaruh pada hasutan orang yang ditinggal mati oleh pemimpinnya sementara Gembalamu Yang Agung sampai sekarang masih hidup?

Saudaraku....
Jika engkau memejamkan matamu dan menyebut nama Yesus, kau sungguh merasakan bahwa nama itu hidup dan berwibawa. Mengapa kau coba memejamkan matamu dan menyebut nama seorang pria yang sampai sekarang masih di alam kubur? Bahkan ia sendiri memohon bantuan doa dari pengikut-pengikutnya agar ia diperkenankan masuk surga.

maka dengarlah Saudaraku...
Keteguhanmu pada Yesus tidak sia-sia. Ia hidup. Ia hadir 24 jam sehari untukmu, dan menuntunmu langsung dari dalam hati sanubarimu sendiri, melalui RohNya, yaitu Roh Kudus. Satu hal ingat selalu, Ia telah memastikan surga bagi setiap orang yang mau menerimaNya. Ia satu-satunya nabi yang berkata: "Akulah Tuhan, Yang Awal dan Yang Akhir, Alfa dan Omega. KepadaKu telah diberikan kuasa di bumi dan di surga. Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tak seorangpun dapat datang pada Bapa (masuk surga) kalau tidak melalui Aku." Dan lihat, Ia tidak ada di dalam kuburan!!

25 Agustus 2008

Percayalah pada Yesus


Saudaraku...

Satu-satunya yang ingin kusampaikan kepadamu melalui media ini adalah agar engkau beroleh hidup yang kekal. Aku memang tidak mengenalmu dan kau pun tidak mengenalku. Tapi hasratku begitu besar untuk memberitahukan padamu hal besar apa yang telah kudapatkan dalam kehidupan ini. Ini seperti, aku menemukan sebuah gua besar di ladang dimana kutemukan emas permata yang berlimpah-limpah. Aku telah mengambil berkarung-karung dengan rakus, tapi harta karun itu terlalu banyak. Seluruh keluargaku, saudara-saudaraku, sahabat-sahabatku, tetangga-tetanggaku, bahkan semua orang yang kukenal telah kuberitahu dan mereka telah mengeruk sepuas hati pula, tapi harta karun itu masih saja berlimpah ruah. Ia seperti tumbuh lagi dan lagi dari dinding gua. Aku tercengang-cengang. Betapa banyaknya harta besar ini! Lalu, saudara... aku pun berpikir, baiklah kuumumkan saja di media massa, supaya setiap orang, baik miskin maupun kaya dapat pergi juga kesana, dan mengeruk emas permata bagiannya masing-masing, sebab sepertinya cara ini dapat membuat bangsaku tercinta ini menjadi makmur seluruhnya, kaya raya.

Inilah saudara, inilah yang mendorongku menulis disini untukmu. Aku tahu semua orang di dunia ini sadar bahwa kematian senantiasa mengancamnya. Semua orang takut, dan menghendaki agar ia memperoleh kedamaian hakiki dalam hidup ini. Apakah kedamaian hakiki tersebut? Yaitu suatu kepastian bahwa ia, jika mati, beroleh keselamatan kekal di kerajaan Surga, dan tidak terlempar ke neraka yang mengerikan.

Kita manusia sanggup berlelah-lelah mengerjakan suatu jenis amal soleh yang diajarkan guru-guru agama, demi suatu cita-cita yaitu mendapatkan kedamaian rohani. Sebagian lagi dari kita juga telah pergi pada narkoba, perkumpulan-perkumpulan gelap, juga untuk mendapatkan ketenteraman hidup. Tetapi apakah kamu yakin bahwa hidupmu telah damai dengan semua itu? Tidakkah engkau tetap saja merasa gelisah, ragu-ragu, dan harap-harap cemas? Apakah agama yang kau anut itu berani memastikan keselamatan bagimu? mungkin engkau mengira dirimu telah damai tenteram dalam hidup ini. Tapi ketika engkau sendirian, kau takkan mampu menyangkal bahwa sesungguhnya batinmu gelisah.

Saudaraku...
Aku telah menemukan kedamaian itu. Jalan panjang serta berliku-liku telah kulalui untuk mencarinya, dan aku hanya menemukannya di dalam YESUS saja. Dialah itu yang dinamai Raja Damai. Aku sangat antusias untuk berkata padamu, saudara : Pergilah, jumpai Dia!
Tahukah engkau? Yesus tidak memiliki kuburan. Dahulu Ia diangkat hidup-hidup ke Surga. Surga itu bukan satu tempat seperti bumi kita ini. Disitu, orang tidak dapat tua dan tidak akan mati. Jadi siapa yang hidup disurga, ia akan hidup selama-lamanya. Jika saja kakekmu yang telah mati itu masuk surga, itu artinya ia masih hidup sampai sekarang. Sekrang dengarkanlah, Yesus tidak mati. Ia hidup. Terangkat ke surga dalam keadaan hidup-hidup! Dan dengarkan: Ia masih hidup sampai sekarang!!
Kau mungkin berpikir, jika Yesus masih hidup sampai sekarang, mungkin Ia bisa datang kepadamu? Mungkinkah Ia bisa diajak berkomunikasi? Dengarlah kawan, Ia bisa datang kepadamu, kapan saja! Ia tidak datang seperti hantu, tentu. Ia datang di dalam rohmu. Rohmu akan menyadari kehadiranNya. Dan jika engkau beruntung, Ia bahkan dapat mendatangimu secara kelihatan, kasat mata, seperti yang telah dialami banyak orang sejak dahulu. Ia mengerti bahasamu, mengenalmu dengan sempurna. Dan satu hal yang harus kuberitahu, Ia dapat hadir di banyak tempat pada detik yang sama, sebab Yesus adalah maha hadir.
Inilah kegembiraan yang selalu memenuhi hati orang-orang Kristen sejati, yaitu kesadaran bahwa mereka memiliki Tuhan yang hidup, yang nyata, yang sering muncul, yang terus menerus mengadakan mukzizat dan kesembuhan dimana-mana sekeliling bumi ini. Tuhan mereka bukan hasil renungan manusia, bukan bayangan imajinasi, bukan dikenal dari filsafat dan semacamnya. Tuhan mereka benar-benar hidup. Ya, mereka selalu melihatNya dan selalu menyadari kehadiranNya. Tuhan mereka bukan Tuhan yang jauh, tetapi Tuhan yang sangat dekat, bahkan hadir dalam kehidupan sehari-hari. Dan namaNya ialah YESUS.
Pergilah, Saudaraku. Temuilah Yesus. Ia seorang yang lemah lembut. Ia tidak feodal, tidak sombong dan tidak susah didekati. Ia jauh lebih lemah lembut dari siapapun yang pernah kau kenal. Jika engkau datang kepadaNya, percayalah, ia akan memelukmu, dan air matamu akan tertumpah, menceritakan seluruh keluh kesahmu yang tak terucapkan, dan hatimu akan dipenuhi rasa damai... sebab kau sedang bertemu dengan Ia yang dinamai di surga : Raja Damai.

Dialah Hakim Akhir


Yesus tidak membutuhkan rasa kepercayaanmu saat waktunya tiba Ia datang. Kamu percaya atau tidak percaya, Ia pasti datang. Kamu butuh atau tidak, Ia akan datang. Yang harus kamu ingat, Ia datang untuk menghakimi dunia ini. Setiap orang yang pernah lahir akan dibawa ke hadapanNya, setiap orang! Mulai dari Adam, Hawa, sampai kepada kamu, tanpa seorangpun yang terlewat. Dan Ia memutuskan, berdasarkan wibawa Allah sendiri, siapa yang akan Ia bawa ke dalam surga, siapa yang diseret ke lembah neraka bersama iblis. Pada saat itu, semua orang akan bertelut di hadapanNya. Ia berdiri sebagai Raja Yang Diurapi, penuh dengan kemuliaan, dan seluruh malaikat surga menjadi pelayan-pelayanNya.

Siapakah yang dapat berdiri di hadapan Tahta Kristus? Hanya mereka yang selama ini berharap kepadaNya, yang Ia namai anak-anakNya, yang mengasihiNya dan setia kepadaNya meski dalam penganiayaan dunia.

Lihatlah, tidak seorangpun mereka yang mengaku nabi pada saat itu dapat menyamai keagungannya. Bahkan Musa sekalipun akan bersujud di hadapanNya dan menyebutNya “Allahku…”

Ia, Yesus, tidak akan tampil seperti dulu lagi. Kali ini ia akan tampil dalam kemuliaanNya yang utuh, yang dalam NamaNya alam semeta ini diciptakan BapaNya. Tidak seorangpun lagi yang sanggup memperolok-olokNya seperti dahulu, sebab semua kaki akan gemetar di hadapanNya, dan tidak seorangpun yang mampu menatap wajahNya yang begitu menyilaukan. Ya, semua orang akan tertunduk di hadapanNya.
Dialah Yesus, nama yang selama ini senantiasa diserang orang-orang yang tertipu iblis, nama yang dianggap enteng oleh para filsuf, dan yang oleh sebagian orang disangkal sebagai Tuhan, lantas disebut manusia biasa saja. Mereka akan melihat betapa mereka telah salah nilai selama ini, sayangnya tidak waktu bagi mereka untuk bicara lagi. Dalam ketakutan, mereka jatuh di atas lututnya di tanah, memohon-mohon pengampunan dan belas kasihNya. Namun pengampunan itu tidak diberikan lagi, dan malaikat-malaikat akan menyeret mereka ke neraka, begitu vonis dijatuhkan atas mereka. Disanalah mereka akan menanggung sengsara yang amat mengerikan, selama-lamanya.

Haleluyah! Dia Datang

Berbahagialah mereka yang menantikanNya, karena Ia akan datang segera....
Amen